Profil Biodata Dan Fakta Dhanielle Dhapne Gelandang Cantik Timnas Wanita Indonesia

Dhanielle Dhapne adalah atlet pesepak bola muda yang kini berusia 21 tahun, Dhanielle lahir pada tanggal 20 April 2000 dan sudah pernah memperkuat tim nasional Indonesia sejak U-12.

Ketika dia bergabung dengan Timnas Indonesia U-12, pemain yang akrab disapa DD itu harus bermain bersama anak laki-laki. Karena minimnya pemain pesepak bola putri beberapa tahun lalu

Bagi Dhanielle persaingan itu dianggap wajar dan biasa saja. Dia bisa bersaing dan menjadi skuat Timnas U-12 ke Osaka. Dhanielle terus  berlatih dan melakukan turnamen di luar negeri, seperti di Singapura dan Jepang, turnamen tersebut pernah diikutinnya saat dia belum genap berusia 15 tahun.

Barulah setelah ia memasuki usia di bawah 15 tahun terbentuk tim putri. Perempuan yang akrab disapa DD itu kian yakin untuk terus serius dengan sepakbola. Pengalamannya bermain di tim putra membuatnya cepat beradaptasi ketika harus bertanding di lapangan hijau. Bahkan kini ia dipercaya oleh Satia Bagdja untuk mengisi posisi gelandang serang.

Dhanielle Daphne mengikuti pemusatan latihan bersama Timnas Wanita Indonesia sejak Maret 2018. Ia terpilih untuk masuk dalam pemusatan latihan melalui seleksi yang dilakukan oleh PSSI saat Pertiwi Cup tahun 2017.

Sedangkan pada persiapan SEA Games 2017 ia harus mengikuti seleksi Tim Futsal Putri Indonesia karena memang PSSI tidak mempersiapkan tim sepak bola putri, dia juga berkesempatan untuk membawa nama Indonesia di level internasional saat Asian Games 2018.

Kecintaannya untuk bermain sepak bola di mulai sejak tahun 2006 ketika keluarganya sama-sama menyaksikan pertandingan Piala Dunia. Dari depan layar televisi, DD pun kini menjadi bagian dari Timnas Wanita.

Seperti apa cerita sepak bola dalam hidup Dhanielle Daphne?

 

Kisah Dhanielle Daphne  Terjun ke Dunia Sepak Bola

Mengapa dari sekian banyak olahraga, mengapa tertarik menjadi pemain sepak bola?

Dari kecil memang saya sudah ada ketertarikan saja untuk bermain sepak bola karena saya suka nonton sepak bola di televisi dan melihat video di Youtube.

Pertandingan sepak bola apa yang paling kamu ingat waktu masih kecil?

Pertandingan final Piala Dunia 2006. Pertama yang membuat  saya merasa sangat suka sepak bola adalah setelah kami sekeluarga berkumpul bersama menyaksikan pertandingan itu. Setelah itu saya menjadi sangat menyukai sepak bola.

Bagaimana akhirnya Anda menyukai sepak bola? Ada cerita menarik?

Dari nonton bersama keluarga itu, saya mulai minta dibelikan VCD sepak bola seperti biografi pemain yang dijual di toko buku. Saya juga sangat suka nonton biografi Pele, Maradona, Batistuta, Zidane. Koleksi VCD pemain sepak bola yang saya miliki cukup lengkap.

Setelah melihat cara mereka bermain, saya tertarik untuk belajar bermain sepak bola dengan melihat video itu. Saya di depan televisi main bola sembari melihat rekaman permainan mereka.

Siapa pemain sepak bola yang paling menarik dan mungkin menjadi rolemodel buat Anda?

Jujur saya pertama benar-benar suka sepak bola karena melihat David Beckham. Dia main sepak bolanya sangat bagus, orangnya juga ganteng sampai saat ini, dan dia sosok yang di dalam dan di luar lapangan itu menurut saya bisa menjadi panutan.

Umpan silang dan tendangan bebasnya bagus. Saya sampai melihat bagaimana cara dia menendang bola dan mulai mengikuti cara dia bermain.

Anda sering bermain sebagai gelandang serang. Apakah punya rolemodel yang menjadi referensi untuk permainan kamu?

Role model saya yakni Mario Gotze. Saya sering melihat permainan dia lewat tayangan televisi. Dia punya visi bermain yang bagus, bisa melihat teman membuka ruang kosong walau dalam posisi yang sulit, tidak egois, dan lebih mementingkan tim. Satu lagi karena saya lebih senang bermain simple karena lebih enak bermain seperti itu.

Kalau untuk pesepak bola putri, siapa idola Anda?

Tobin Heath, pemain Timnas Wanita Amerika Serikat. Dia punya skill yang bagus dan terkadang bahkan sampai melakukan nutmeg ke pemain lawan. Saya terinpirasi sama dia karena saya main di posisi gelandang. Saya harus bermain lebih taktis

Apa pengalaman paling menarik dan berkesan dalam sepak bola?

Sampai saat ini yang membuat saya berkesan ketika ikut pemusatan latihan Timnas Indonesia U-12 ke Osaka. Saat itu ada coaching clinic dan pertandingan persahabatan dengan Gamba Osaka dan Cerezo Osaka.

Saat kami latihan ada juga Timnas putri Jepang U-12 melakukan pemusatan latihan. Saat itu saya berkenalan dengan pemain mereka, sempat berbincang-bincang juga sampai akhirnya diajak berlatih bersama.

Saat itu saya lihat melihat pada saat usia 12 tahun saja sudah memiliki dasar bermain sepak bola yang sangat bagus. Mereka ternyata dilatih mempelajari teknik dasar dari usia sangat dini. Kata pelatih mereka, sejak usia 12 tahun memang mereka sudah ditanya ingin menjadi apa sehingga bisa diarahkan dengan pembinaan yang tepat.

Dari pengalaman itu saya melihat bagaimana jika mau menjadi sukses dengan pilihan sendiri tentu ada proses yang harus dijalani dan tidak bisa instan.

Dhanielle Daphne  Sempat Tak Diberi Izin dan Harus Bermain di Tim Putra

Bagaimana tanggapan keluarga, khususnya orang tua saat memiliki cita – cita ingin menjadi pemain sepak bola?

Pertama mereka tidak mengizinkan. Mereka berpikir buat apa anak perempuan bermain sepak bola. Tapi saya paksa mereka untuk bisa kasih izin, dan akhirnya mereka kasih izin untuk melihat sampai di mana saya akan serius. Saat itu saya berusia sembilan tahun dan mengikuti tim sekolah. Saya bisa masuk tim inti.

Sekarang mereka sudah memberikan dukungan. Mereka mulai memberikan dukungan setelah saya lolos seleksi Timnas Indonesia U-12. Mereka berpikir ternyata saya serius dan akhirnya mereka pun mendukung saya.

Sepak bola wanita baru berkembang belakangan ini. Ada kesulitan mencari tim saat kamu memulai berlatih sepak bola?

Mencari tim sepak bola putri itu sulit di Indonesia, jadi akhirnya pertama berlatih sepak bola ya bersama dengan tim putra. Baru benar-benar dapat tim putri itu pada 2015, SSB Blue Eagles. Saat itu saya sempat ikut turnamen sepak bola putri baik di dalam maupun luar negeri. Kami sempat dua kali mengikuti turnamen di Singapura.

Anda sempat bergabung dengan tim sepak bola putra, apakah pengalaman itu memengaruhi cara bermain saat ini?

Jujur ketika saya  bermain bersama tim sepak bola putra saya merasa bisa bermain sedikit lebih santai karena kebanyakan pemainnya sudah terbiasa bermain sepak bola.

Namun, saat bermain dengan tim putri memang harus sedikit lebih kerja keras karena tidak semua pemainnya sempat merasakan bermain bersama tim putra. Jadi kita harus benar-benar saling membantu untuk bisa bermain dengan baik, seperti sama-sama menyerang dan juga harus sama-sama untuk bertahan.

Sekarang sudah banyak sekali tim putri di Indonesia lewat turnamen-turnamen yang diadakan oleh PSSI. Bagaimana pendapat Anda soal perkembangan ini?

Senang sekali dengan perkembangan ini, apalagi tahun depan rencananya bakal ada Liga 1 untuk sepak bola putri. Jadi saya berharap semakin banyak anak-anak perempuan di Indonesia tertarik , terinspirasi, dan termotivasi untuk bermain sepak bola. Banyak yang sebenarnya ingin membela Timnas Indonesia dan belum banyak yang tahu mereka punya peluang untuk mewakili Indonesia lewat tim ini.

Saya sempat melihat sebuah komentar di akun Instagram PSSI, meminta agar ada seleksi ke daerah karena di tempat dia banyak bakat sepak bola putri. Ada juga yang berkomentar kapan bisa membela Timnas Indonesia. Tentu ini sangat bagus jika ada wadah untuk mereka menyalurkan bakat dan minat sehingga bisa mewujudkan mimpi.

Menjadi pesepakbola wanita merupakan tantangan tersendiri bagi Daphne karena banyaknya halangan ketika ia ingin menunjukkan bakatnya di lapangan hijau. Seperti stamina, masa menstruasi, dan juga belum adanyanya kompetisi khusus sepak bola wanita di Indonesia saat itu.

“Kesulitan itu di fisik dan stamina, soalnya harus kuat selama 90 menit. Saat sedang bermain kemudian haid datang, itu sakit rasanya. Untuk mengantisipasinya saya istirahat dulu, kalau sudah tidak terasa sakit baru main lagi,” ujar Daphne

Selain itu, Daphne juga mengungkapkan perbedaan antara pesepakbola wanita dan laki-laki. Kekuatan menjadi perbedaan mencolok antara keduanya. “Yang paling kelihatan banget sih power. Pada usia 12 tahun, pesepak bola laki-laki dan wanita itu punya fisik yang sama, tapi pada saat usia 13 hingga 14, baru terlihat perbedaannya,” ungkapnya.

Untuk menuangkan bakatnya, Daphne berharap akan ada kompetisi atau turnamen untuk pesepakbola wanita. “Semoga suatu saat nanti ada liga sepakbola wanita,” jelasnya. Pesepakbola asal Jakarta itu juga mengungkapkan awal mula ia memilih sepakbola. Ia juga mengaku tidak minder karena sudah memilih sepak bola.

“Sepakbola itu unik, awalnya saya lihat di sekolah dan di TV. Akhirnya, saya mau jadi pesepakbola. Pertamanya saya minder karena wanita sendiri, terus kalau latihan suka ada yang lihat dan berkata ada wanita. Tapi, saya biarkan saja,” tutupnya.